Friday, August 10, 2012

[Cerita Sahabat] Coincidence? No, it's a blessing!


Tulisan ini menceritakan perjalanan aku bersahabat dengan seorang anak perempuan manis (anak perempuan atau wanita ya?) bernama Yovita Diane Titiesari, dipanggil Tiesa. Ini dia anak manis tersebut:

Tiesa di pelataran International Choir Competition Cantonigros, Spain, 2009

Siapakah gerangan Tiesa ini? Tiesa adalah siswi SMP Santo Aloysius angkatan 2001 yang datang PALING AWAL di hari pertama Masa Orientasi Siswa (MOS). Kenapa aku bisa tahu dia yang datang pertama? Karena aku adalah orang kedua yang datang ^^ hehehehe...


Lambang sekolah di mana kami bertemu ^^

Berhubung TK dan SD aku berasal dari yayasan yang sama, di mana kompleksnya juga sama, jadi perasaan pagi itu datar-datar aja. Tapi pasti banyak teman baru, karena yang asalnya di SD ada 3 kelas aja (sekitar 150 anak per angkatan), di SMP ini aka nada 7 kelas. Tiba di depan aula tempat MOS diadakan, aku melihat seorang siswi sudah berdiri di depan. “Oke, rekor paling pagi vava udah ada yang ngalahin lagi aja..” ngomong dalam hari sendiri. “Ok, bukan dari Aloy nih, mari kenalaaaan..” ngomong dalam hati sendiri, lagi.

“Halo, mau MOS juga kan? Saya Fatma, tapi panggil Vava aja,” sapa senyum lebar sambil nyodorin tangan untuk salaman.

“Halo, aku Tiesa,” jawabnya manis.

Jujur sejujur-jujurnya, gak terlalu ingat apa aja yang kita bicarakan pagi itu sampai banyak anak lain datang dan kita mengikuti MOS. Cuma tahu, namanya Tiesa, asalnya dari Cimahi, kalau ke sekolah butuh 1 jam lebih (sementara aku ini masih dianterin Papa pakai mobil dan Cuma butuh 20 menit aja). Kagum. Sangat.

Lebih lanjut, kami gak pernah sekelas selama SMP. Tapi ternyata kami ikut les bimbingan belajar bersama di seberang sekolah. Nama guru lesnya itu Pak Anton, jadi ya kami bilangnya ‘les Pak Anton’, bukan ‘les pelajaran’. Hal yang membuat kami nyambung adalah ternyata kami mengidolakan seorang kiper Spanyol tampan di bawah ini:


Poster yang persis ada di kamar Vava waktu SMP dulu :p

Yap! Iker Casillas, kiper timnas Spanyol yang nampil di World-Cup 2002 karena keberuntungan; kiper utamanya Canizares kecelakaan otot tendon gara-gara kejatuhan botol kaca di kamar mandi. Dan ternyata Iker ini sangat menarik perhatian kami dan banyak anak perempuan lainnya, sehingga kami rela beli majalah bola yang harganya cukup mahal, karena ada poster Iker sebagai bonusnya. ^^ (gak tau mau ketawa lucu apa malu rasanya lihat kelakuan masa lalu)

Mendadak kami naik ke jenjang SMA. 3 tahun, gak sekelas sama sekali. Tapi tetap bersama les di Pak Anton. Kami ikut ekskul paduan suara bersama, dan pada saat kepengurusan, kami bareng jadi ketua-wakil ketua. Jodoh ke mana-mana deh. Sebenarnya part mengenai kepengurusan ini seru untuk dibahas, tapi bisa jadi satu novel sendiri, jadi pada tulisan selanjutnya ya ^^

Ada acara penghijauan bersama, study tour ke Bali, juga liburan ke Pangandaran bersama ekskul. Berikut sedikit foto unyu kami waktu SMA ^^



Some memories in High School ^^

Kelas 3 SMA adalah saat pertama kali kami merasakan kegalauan yang amat sangat. Saatnya UAN dan ujian masuk perguruan tinggi. Temen manis satu ini udah yakin mau daftar kedokteran dan farmasi. Sementara saya uring-uringan dan baru mengisi jurusan tepat di depan loket pengembalian. >_< Setelah menyelesaikan UNAS, kami mengikuti bimbingan persiapan SPMB, kembali bersama-sama. Bimbingan setiap hari (serasa sekolah lagi aja), ikut try out, pusing liat nilai try out jelek, berdoa bersama, galau-galauan bersama.
Apakah hasil SPMBnya? Kami kuliah di PTN yang sama dengan jurusan yang berbeda. Tiesa masuk jurusan Farmasi, sementara saya selalu dikira anak Farmasi juga sama semua anak unit gara-gara ke mana-mana seringnya bareng Tiesa (oke, untuk informasi, saya jurusan Teknik Elektro ^^ ) 

She studied Farmakologi, and I'm studied Elektronika :)

Tapi kami memilih unit yang sama: Paduan Suara Mahasiswa ^^ jadi ya setidaknya seminggu sekali atau dua kali pasti ketemu waktu latihan. Dari kostum nyanyi cantik berbatik sampai kostum Tari Saman, karena kami jadi penari juga, ada:


Cantik dengan dress batik, Keren dengan baju Tari Saman ^^

Namanya rejeki itu gak ada yang bisa tahu. Di tahun 2009, kami berangkat ke Eropa untuk mengikuti perlombaan paduan suara internasional. Dua anak muda berangkat, ke mana-mana berdua. Kalau ada objek bagus, mau foto, gak enak minta senior fotoin, akhirnya kami tukeran foto. Jadi isi kamera aku itu foto Tiesa semua, and vice versa. Hasilnya seperti di bawah ini, posisi sama, objek yang difotonya aja yang diganti :p



On Prague street after cultural concert :)
In front of Sagrada Familia, Barcelona

Akhirnya ada sih beberapa foto kami berdua. Haha, tapi maklum, umur labil, jadi fotonya pun agak labil :p


At Europe, beautiful continent, with great friend :)

Hal paling amazing adalah, di hari terakhir sebelum pulang, jam 9 malam, saat langit di sana baru mulai redup (waktu itu summer), kami makan McD bareng di tangga-tangga taman sambil memandang La Tour d’Eiffel yang mulai berkelap-kelip. Seperti mimpi. Biasanya kami ini jajan nasi gudeg atau batagor depan sekolah sambil ngomongin soal cowo yang kami kecengin. Itu dia, rejeki itu pasti udah ada yang atur ^^


Originally taken by me, myself! ^^

Di tahun 2011, kami berhasil memenuhi janji bersama: lulus Juli, dan wisuda bersama J Pada proses kami masing-masing menjalani TA, penuh air mata dan sms putus asa pokonya. Tapi Puji Tuhan, kami bisa tersenyum bersama menggunakan kebaya dan toga di hari yang sama J


Graduation day~~~! ^^

Kurang-lebih 2 bulan saya sudah mulai kerja di Cikarang sesudah lulus kuliah, suatu hari waktu makan siang, HP saya berbunyi ada sms masuk dari Tiesa, yang kurang lebih bunyinya, “Beps, kayanya aku dapet tempat KP di Jababeka 1. Kalau kamu di Jababeka berapa, Beps?” Oke.. Even udah cukup menjauhi ke Cikarang, masih aja kami ini jadi pegawai pabrik di kawasan yang sama. Dan ketika terjadi demonstrasi buruh besar-besaran di kawasan Cikarang awal tahun 2012, kami menderita bersama terjebak di kawasan, gak bisa pulang ke Bekasi.

“Friends in good and bad times, totally true!”


We're in 2012. She is become more more beautiful in her style^^

Dan hari ini, kabar gembira datang lagi, Tiesa sudah menyelesaikan ujian tertulis dan oral Apotekernya J I’m so so so proud of you darling! Tinggal 1 step lagi untuk Tiesa dapat gelar Apt. di belakang namanya. Tetap semangat ya!!! Salam dari Bekasi untukmu malam ini!!! ^^




And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
To fell the way we do today
And then if you can remember
Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bac times
I’ll be on your side forever more

That’s what friends are for…

(from: That's What Friends are For)




No comments:

Post a Comment

[Pengalaman] Langkah Selanjutnya

Aneh rasanya ketika satu pengalaman memberikan dampak yang begitu besar terhadap diri saya. Otak saya sebagai insinyur yang terlatih untuk...