Wednesday, September 5, 2012

[Pengalaman] From Jakarta to Munich



Tulisan ini didedikasikan penuh untuk keluarga tercinta dan teman-teman yang sudah mendukung proses Vava dalam melanjutkan studi ini . I love you all much.. ©

Diawali dengan perpisahan, hmm.. sebenarnya bukan perpisahan juga, tapi pamitan-untuk-sementara-waktu kepada keluarga dan teman-teman terbaik yang Vava miliki di Bandara International Soekarno-Hatta hari Minggu 26 Agustus 2012. Karena perasaan carut-marut, gak karuan, dan nafsu makan yang hilang, kemauan untuk mengabadikan momen ini di kamera poket baru Vava juga hilang.

Oke, ke detail cerita yang akan di-share. Tujuan utama Vava pergi sejauh 17-jam-perjalanan-pesawat-terbang dari kedua orangtua dan kakak yang sangat saya cintai adalah untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. Dan ini kali pertama Vava pergi sejauh itu sendiri. Proses selama di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sampai tiba di MΓΌnchen Airport dirangkum seperti berikut:

1.       Mobil sampai di lobby terminal 2 Bandara Soetta
2.       Mama, teman baikku bernama Tiesa, dan saya sendiri turun dari mobil mencari trolley
3.       Koper, 2 tas jinjing, 1 dus, dan 1 tas ransel dipindah dari bagasi mobil ke trolley
4.       Papa cari parkir, kami bertiga masuk ke dalam ruang tunggu
5.       Check nomer penerbangan di layar informasi. Nunggu, ngobrol sama Kakak, Tiesa, juga Mama, Papa. Lalu Kakak pulang duluan sama anak dan suaminya (karena besoknya hari Senin, Kakak dan suaminya kerja, anaknya sekolah), nangis-nangisan pamitan terakhir.

Keluarga Tercinta :)

6.       Kedatangan Damayanti (teman se-eksul waktu kuliah) yang mengejutkan dengan hadiah kenang-kenangannya. ^^ disambung kedatangan teman-teman kantor: Mbak Prita, Nana, Mas Abay, sama Mas Nanta. 2 cewek itu ngaku dateng naik motor dari kos-an di cikarang ke bandara, dan 2 cowok itu ngaku dateng dari bekasi ke bandara gendong di punggung dan tuker-tukeran *absurd, tapi kedatangan kalian membuat saya sangat terharu T_T*

Senyum pun udah kagok rasanya..
courtesy: kamera Mbak Prita

7.       Papa bilang udah banyak yang antri, jadi masuk ke tempat check-in. Penerbangan Jakarta-Doha itu ternyata FULL. Antri 1 jam, lalu kena excess-baggage-fee, bayar denda *nangis sambil ngeluarin uang dari dompet* lalu keluar lagi ke ruang tunggu dengan perasaan galau.
8.       Teman kantor nambah personil: Mbak Ijah dan kekasih (baca: Mas Bendol aka Andri), Mas Hermin, dan teman 1 batch yg unik: Rian!

Ki-Ka: Mas Bendol, Kekasih Mas Bendol, Mas Hermin, Rian ^^
courtesy: kamera Mbak Prita
9.       Lalu ke toilet dulu, cuci muka, ganti baju, pakai sepatu (karena sebelumnya pakai sandal jepit dan baju rumah hehe, kayak mau belanja ke pasar), dan disuruh makan karena belum makan malam. Mama beli burger lalu bagi 2 makan sama Tiesa seorang setengah.
10.   The hardest thing to do before the departure: pamitan. Menerima banyak hadiah kenang-kenangan, jadi barang bawaan nambah 1 tas lagi.Terima kasih sangat teman-teman! ^^


Speechless dapet banyak kenang-kenangan dari temen-temen..
Courtesy: kamera Mbak Prita

I already miss them all! You all are the best! ^^
courtesy: kamera Mbak Prita

The hardest thing to do was saying goodbye to my parents...
courtesy: kamera Mbak Prita
11.   Masuk ke dalam, ke imigrasi. Sampai kurang lebih 20m sebelum daerah imigrasi masih bisa pakai trolley. Lalu selanjutnya barang harus dijinjing. Oke, waktu itu kurang lebih 10kg di punggung, dan 10kg di tangan.
12.   Setelah selesai imigrasi, ketemu trolley! *loncat girang sambil koprol, tapi mata bengkak abis nangis*
13.   Ke gate yang dituju. Sekitar 50m sampai sebelum kawasan gate, ada mesin x-ray lagi, trolley harus ditinggal *nangis, tangan pegel angkat tas*
14.   Menuju gate, lalu waktu sampai di gate, tiketnya dikasih ke petugas di pintunya.(sebenarnya tahap ini saya failed. Nyelonong jalan ngikutin kerumunan pramugari yang jalan di depan saya, lalu Mas-nya manggil dengan agak keras, “Dek, tiketnya Dek” ehm..) Duduk manis menunggu di gate. Ketika penumpang dipersilakan naik, telepon Mama, bilang sudah mau boarding. Lalu masuknya pun gak serabutan, dipanggil dari nomer urut kursi sekian sampai sekian, dan seterusnya.
15.   Sampai di dalam pesawat sakit pinggang naruh 2 tas gede ke laci kabin. Gak dibantu pramugarinya *sedih* hehe, soalnya emang lagi penuh banget sih.
16.   Orang sebelah orang Indonesia juga, liat Vava terus nanya, “From china?” dengan sigap menjawab, “Indonesia, Mas” ^^ kekeke.. Namanya Mas Dwi, kerja di kelautan, mau ke Dubai, tapi dapat maskapai Qatar, jadi transit, terus lanjut lagi. Udah banyak ngobrol baru sadar kenapa ga minta nomer kontak ya. Baik banget Mas ini, banyak sharing tentang pengalaman kerja dia yang bisa 3 bulan gak ketemu darat. Itu pun terpaksa ke darat setelah 3 bulan karena persediaan makanan udah habis. *terus mikir kenapa gak mancing ikan aja. Bosen kali ya*
17.   Makan malam dengan menu yg lucu, appetizer: asinan Jakarta kekeke ^^ terus bobo lah sampai sejam sebelum mau landing.
18.   Perjuangan berikutnya! Nurunin tas dari laci kabin, haduh.. terus ternyata, keluar pesawat itu di lapangan udaranya, gak nyambung sama gedung transit. Jadi turun dari tangga pesawat, naik ke bis. Dan gak kebagian tempat duduk. Dan ternyata dari pesawat ke gedung transit aja makan waktu 15 menit naik mobil di jalanan sepi dan gelap karna masih subuh (belum tau waktu setempat).
19.   Sampai di gedung transit masih sepi. Lewatin mesin xray orang dan barang, terus liat jadwal penerbangan berikutnya di layar-layar televisi (merek televisinya itu tempat Vava kerja dulu loh, haha ^^). Waktu itu pukul 04.30 waktu Doha. Dan jadwalnya keluar pukul 04.41 dan penerbangan berikutnya pukul 08.20. cari gate sambil seret tas (udah gak kuat angkat, huhuhu, karena ngantuk juga sih)

Qatar-Duty-Free 

20.   Ketemu gate, duduk bentar, taruh tas jinjing di kursi, lalu pergi cari toilet. Cuci muka, sikat gigi. Terus cari water tap buat minum, haus banget. Balik duduk di tempat ninggalin tas jinjing. Foto situasi sedikit, lalu baca buku pemberian Damay dan Mbak Prita. Nangis deh..

Gate untuk penerbangan ke Munich
 
21.   Tiba pukul 07.20 dan sudah siap untuk boarding. Masuk ke gate. Gatenya itu pintu keluar masuk ke bis lagi. Naik bis, dan gak kebagian tempat duduk lagi hehe..
22.   Sampai depan pesawat, baru sadar, naik tangga ke pesawat itu gak ada eskelator otomatis ya. Menyiapkan semangat dan tenaga ngangkat tas lagi. Dan berhasil! Sampai masuk laci kabin lagi. Duduk, keringetan, langsung minta minum 2 gelas ke pramugari haha.
23.   Cuaca di Doha udah terik banget walaupun baru jam 07.40 waktu Doha. Tutup kaca, karena duduk deket kaca. Sebelah Vava orang asing. Karena cape jadi malas ajak ngobrol. Pasang headphone dan nonton Tarzan Disney! Hehehe.. makan, terus tidur.
24.   Sejam sebelum landing bangun lagi karena denger announcement dari kokpit. Landing. Nafas lega deh. Turun dari pesawat ke imigrasi sambil seret tas. Proses imigrasi lancer gak ditanya macem-macem.
25.   Ketemu trolley di area baggage-claim ^^ *koprol jungkir balik* waktu baru ke area ngambil tas, koper hitam nongol, jadi lari ngejar koper sambil nubruk orang bule *bilang sorry terus lanjut angkat koper*. Gak lama dus sama tas jinjing keliatan juga. Hore! Gak ada baggage yg hilang ^^
26.   Beresin bawaan di trolley. Gak muat hahaha ^^ gila ya, bawa 50kilo sendiri *bangga* akhirnya ransel dipanggul lagi.
27.   Keluar ke pintu without-baggage-claim, TERKEJUT. Kenapa banyak banget wartawan bawa mic sama kamera gitu. Di belakangnya ada Koko tersayang udah melambaikan tangan. Haaaa, semua rasa cape, rasa ngantuk, rasa kesel karena belum mandi seharian itu hilang. Ditambah liat Kakak-ipar (istrinya Koko) sama keponakan lucu di trolley dorong.

Kiri: Koko, Vava, David. Kanan: Sosoh, Vava, David :) finally in Munchen!
Courtesy: Kamera Ko Leo dan Soh Diana :)

28.   Dan ada banyak wartawan itu seriusan. Karena Javi Martinez pemain Spanyol yg mau main di Bayern Munchen juga landing hehehe :p

Di tulisan ini mungkin Vava lebih banyak curhat ya. Hehe.. inti yang perlu diperhatikan saat kita mau bepergian jauh untuk kurun waktu yang cukup lama adalah:

 Sediakan waktu untuk pamitan sama orang-orang terdekat. Buat nambah semangat dan mengurangi rasa sedih ^^
Persiapkan barang bawaan seringkas mungkin. Tapi percaya deh, rasanya satu kamar tidur kita pengen kita bawa. Semua barang yang terbiasa dipakai sehari-hari itu menyedihkan untuk ditinggalkan, hehe..
Cukup istirahat dan makan sebelum bepergian jauh. Walaupun kesannya cuma duduk di pesawat yang sebenarnya nyaman, badan kita beberapa belas jam gak bisa berbaring dan itu sangat bikin capek.
Banyak minum. Gak usah malu manggil pramugari untuk lagi dan lagi minta air mineral. Kurang minum itu bikin badan gak enak dan tambah capek.
Sediakan sabun cuci muka, sikat gigi dan odol di tas kabin. Karena gak ada kesempatan buat mandi, cuci muka dan sikat gigi itu harus dilakukan buat menyegarkan badan lagi, dan tentunya menjaga kebersihan gigi ^^
Banyak berdoa sebelum, saat, dan sesudah perjalanan. Hmmm.. sebenarnya doa itu bukan cuma pada saat kita mau melakukan perjalanan pergi ya, tapi setiap harinya. Tujuan utama menurut Vava dalam berdoa adalah untuk bersyukur atas apa yang sudah kita peroleh saat ini. Dan tujuan selanjutnya adalah untuk minta perlindungan atas apa yang kita lakukan. Banyak banget kalau kita mau sadari kejadian-kebetulan, atau kata orang sih lagi-hoki. Nope, it didn’t happen coincidentally, it happened as God’s gifts unto us J

3 comments:

  1. Aku Nampang.. Cih merasa kayak anak panti (*kembaran baju sama nana)... Syukur dah vava dah sampe Jerman dengan selamat... G ada yang ilang juga barang-barangnya... Keep Update fa.... We Love Youuuu....

    ReplyDelete
  2. it's almost a year! missmissmissyaaaaa

    ReplyDelete

[Pengalaman] Langkah Selanjutnya

Aneh rasanya ketika satu pengalaman memberikan dampak yang begitu besar terhadap diri saya. Otak saya sebagai insinyur yang terlatih untuk...