Monday, August 14, 2017

[Prosa] Tenaga dan Rasa

Jari jemariku kaku sudah tak sanggup menghasilkan baris di layar monitor. Mataku kaku menatap barisan bahasa mesin yang menantangku dengan keangkuhan dan kerumitan mereka. Otakku mulai putus asa akan rentang waktu yang habis tanpa memiliki hasil nyata.

Memori dan rasa tapi tidak padam. Segelintir dari mereka mengetuk hatiku. Tengok lah ke belakang untuk kali ini saja. Jauh perjalanan yang sudah engkau tempuh. Untuk apa takut. Untuk apa engkau diam berpasrah. Teka-teki raksasa ini tak untuk sekali jadi dipecahkan. Hidup adalah pembelajaran tak henti yang butuh rasa dan tenagamu. Tenaga untuk tekun, rasa untuk bahagia.

Seminggu kerumitan mengimplementasikan Ethernet, 14 Agustus 2017

No comments:

Post a Comment

[Pengalaman] Langkah Selanjutnya

Aneh rasanya ketika satu pengalaman memberikan dampak yang begitu besar terhadap diri saya. Otak saya sebagai insinyur yang terlatih untuk...