Friday, June 30, 2017

[Prosa] Kata untuk Sahabat

Hai Teman , andai saja bisa kuambil sedikit khawatir dalam hatimu. Tak seluruh khawatir itu kau tuang dalam ruang bicara kita, tapi kutahu itu ada dalam parasmu.
Hai Teman , andai saja bisa kutepuk pundakmu dan bilang , "ceritamu akan baik adanya." Tapi sudah terlalu picisan dalam kurun waktu ini.
Hai Teman , andai saja masih ada cukup waktu untukku memperbaiki waktu yang salah dan hilang di mana kubuat dirimu kecewa. Tapi semua diburu-buru realita bahwa kau harus beranjak ke tempat yang baru.

Hai Teman , andai masih bisa aku untuk bersikap egois dan mementingkan perasaan sendiri, aku sedih kau harus pindah segera ke ruang yang berbeda. Zona waktu pun akan jadi pagar tinggi membatasi kelancaran kita berkomunikasi.
Hai Teman, masih banyak maaf dan syukur yang harus kuungkap untukmu. Tapi ini terlalu dramatik dan kekanakan.

Hujan siang ini mengendapkan panas dan kelumit hati memikirikanmu di sana. Melihat tumpahan pikiranmu di media sosial buatku merasa kecil dan tak mampu berbuat apa-apa.

Temanku, anggaplah ruang dan waktu adalah dekorasi. Kau dan aku akan di tempat dengan hiasan berbeda , tapi kau dan aku adalah kau dan aku yang sama semenjak bertemu tiga tahun yang lalu. Seperti hal yang mengikat kau dan aku dalam jalin persahabatan ini, kita selalu punya kacamata beda dalam menilai arti hidup. Dan hal itu yang akan kita terus lakukan.

Salam sayang sahabat sehabis hujan,
Bekasi 30 Juni 2017
Vava

No comments:

Post a Comment

[Pengalaman] Langkah Selanjutnya

Aneh rasanya ketika satu pengalaman memberikan dampak yang begitu besar terhadap diri saya. Otak saya sebagai insinyur yang terlatih untuk...