Sunday, May 28, 2017

[Prosa] Tak Pernah Sama Lagi

Ketika senyum itu pudar, ke mana harus kudapatkan pengulas warnanya. Kalaupun dapat, mungkin warnanya tak sama.

Ketika harapan itu runtuh, bagaimana harus kukumpulkan serpihannya. Kalaupun terkumpul, mungkin bentuknya tak sama.

Ketika hati ini tergores, apa yang bisa merekatkannya kembali. Kalaupun semuanya merekat, ada bekas garis di sana.

Ketika diri sudah menyerah, apa yang bisa menghadirkan semangat kembali. Kalaupun semangat itu hadir kembali, akankah senyum, harapan, dan hati ini lengkap seperti sediakala?

Waktu berjalan dengan putaran kecepatannya. Manusia berevolusi dengan pengalamannya. Alam, walaupun diam, menyimpan kenangan. Lelah ketika semua haru sama seperti keadaan semula. Tak ada jawaban untuk ke mana, bagaimana, dan apa.

Semua tak akan pernah sama lagi...


No comments:

Post a Comment

[Pengalaman] Langkah Selanjutnya

Aneh rasanya ketika satu pengalaman memberikan dampak yang begitu besar terhadap diri saya. Otak saya sebagai insinyur yang terlatih untuk...