Sunday, April 16, 2017

[Prosa] Si Kata "Mengapa"

Satu kata tanya bersarang dalam jejaring otak. Kata itu datang, singgah, berusaha mengarungi beberapa kawanan memori, pergi, dan datang lagi. Kata itu adalah “Mengapa”. Kata itu adalah kata penerang kata kerja yang memiliki arti “untuk alasan atau suatu tujuan apa”.

Satu yang disayangkan, tidak ada kata atau frase pasti sebagai jawabannya. Dan sering kali kata tanya “Mengapa” bercabang begitu cepat dan hebatnya menjadi jalinan pekat dan tidak dapat diurai. 

Uniknya, pikiran ini pun berusaha mencari sendiri, menerangkan, dan menjawab tiap tali pertanyaan—dengan harapan setiap penjelasan ini bisa membebaskan satu saja tali kecil dari pusat kekusutan.
Lelah yang ada. Satu jawaban penjelasan yang berusaha dibuat berdasarkan logika dan pemaparan fakta itu malah menimbulkan satu kekusutan kecil yang ingin bergabung ke populasi pendahulu. Kata tanya “Mengapa” adalah hal yang paling ingin kutiadakan dalam hidup, sayangnya dia adalah suatu wujud nyata yang lahir bersama denganku saat aku pun dilahirkan..

Hey.. dia dilahirkan bersamaku. “Mengapa aku ada” adalah pertanyaan pertama yang mencengkeram semesta, bukan hanya jalinan kekusutan dalam pikiranku. “Mengapa kamu menangis”, “Mengapa kamu tertawa?”, “Mengapa kamu kecewa?” adalah beberapa contoh sederhana tanda eksistensi Mengapa dalam hidupku. Tengok balik, sedikit saja. Refleksikan beberapa Mengapa yang sudah ditutup, yang sudah merangkul jawabnya dan lepas dari kusut masuk jadi anggota kenangan.

Tak akan ada jawaban yang bisa kususun dengan berbagai pembelaan diri dan keegoisan hati. Biarkan Mengapa datang dan berproses dalam diri.


No comments:

Post a Comment

[Pengalaman] Langkah Selanjutnya

Aneh rasanya ketika satu pengalaman memberikan dampak yang begitu besar terhadap diri saya. Otak saya sebagai insinyur yang terlatih untuk...